REAKSI ASAM BAS…

Published Juni 6, 2012 by rianasantrianah

REAKSI ASAM BASA

Ada tiga definisi tentang reaksi asam basa yaitu : (Change, 2005 : 96)

  1. Asam basa menurut Arrhenius
    1. Asam adalah zat yang dalam air melepaskan ion H+

Contoh : CH2COOH(aq)                    CH3COO(aq) + H+(aq)

  1. Basa adalah senyawa yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksi (OH)

Contoh : NH3(aq) + H2O(aq)                          NH4+(aq) + OH(aq)

  1. Asam basa menurut Bronsted-Lowry
    1. Asam adalah suatu senyawa yang dapat melepaskan atau memberikan proton.
    2. Basa adalah suatu senyawa yang dapat menangkap atau menerima proton.
  2. Asam basa Lewis
    1. Asam adalah setiap spesi yang mengandung atom yang dapat menerima pasangan elektron (akseptor elektron).
    2. Basa adalah setiap spesi yang mengandung atom yang dapat menderma pasangan elektron (donor elektron).

Indikator asam basa adalah suatu zat yang dapat berubah warna apabila pH lingkungannya berubah atau larutan yang berisi indikator berubah pH. Atau dengan kata lain, suatu senyawa yang berbeda warnanya dalam larutan asam dengan larutan basa. Dalam indikator terdapat dua warna dalam keadaan basa (warna asam) dan sebaliknya. Indikator lakmus, misalnya berwarna merah dalam larutan yang bersifat asam dan berwarna biru dalam larutan yang bersifat basa. Trayek perubahan warna dari beberapa indikator (Anonim 2011).

No

Indikator

Trayek Perubahan Warna

Perubahan Warna

1

2

3

4

5

Lakmus

Metil jingga

Metil merah

Bromtimol biru

Fenolftalein

5,5 – 8,0

2,9 – 4,0

4,2 – 6,3

6,0 – 7,6

8,3 – 10,0

Merah – biru

Merah – kuning

Merah – kuning

Kuning – biru

Tidak berwarna – merah

 

Untuk menentukan konsentrasi suatu larutan dapat dilakukan titrasi yaitu dengan menambahkan tetes demi tetes larutan standar ke dalam larutan yang akan ditentukan konsentrasinya. Pada saat banyaknya zat penitrasi sebanding/setara dengan zat yang ditetapkan konsentrasinya disebut titik ekuivalen/titik akhir titrasi yang ditunjukkan oleh perubahan warna indikator. Suatu analisis yang berkaitan dengan volume larutan pereaksi disebut analisis volumetri. Salah satu reaksi yang digunakan dalam titrasi adalah netralisasi asam-basa. Reaksi penetralan (neutralization reaction) merupakan reaksi antara asam dengan basa. Reaksi asam basa dalam medium air biasanya menghasilkan air dan garam, yang merupakan senyawa ionik yang terbentuk dari suatu kation selain H+ dan suatu anion selain OH atau O2- :

Asam + basa                            garam + air

Semua garam merupakan elektrolit kuat. Zat yang dikenal sebagai garam dapur (NaCl), baik Na+ maupun Cl merupakan ion-ion pendamping. Jika suatu reaksi dimulai dengan jumlah molar asam dan basa yang sama, pada akhir reaksi hanya dihasilkan garam dan tidak ada asam ataupun basa yang tersisa. Ini merupakan ciri dari reaksi penetralan asam-basa (Sastrohamidjojo, 205 : 261)

pH adalah suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Larutan asam mempunyai pH lebih kecil dari 7, larutan basa mempunyai pH lebih besar dari 7, sedangkan larutan netral mempunyai pH = 7. pH diukur secara langsung dengan menggunakan pH meter. Dalam sebuah pH meter terdiri dari elektroda kaca dan elektroda kalomel, kedua elektrodenya dimasukkan ke dalam larutan yang pH-nya belum diketahui. Salah satunya elektroda kaca biasanya terdiri dari elektroda perak yang dilapisi AgCl. Setengah sel kedua seringkali merupakan elektroda jenuh akan kalomel yang terdiri dari kawat platina yang terhubung dengan pasta merkuri cair, kalomel (Hg2Cl2(s)) dan larutan jenuh KCl. Elektroda kaca bekerja dalam interval pH yang besar (Oxtoby, 2001 : 298).

Indikator asam dan basa merupakan suatu zat yang dapat berubah warna pada pH yang berbeda. Sifat inilah yang dimanfaatkan untuk mengetahui nilai pH suatu larutan. Perubahan warna zat atau larutan indikator memilih rentang tertentu sehingga disebut dengan trayek indikator suatu larutan yang tertetesi larutan indikator akan menghasilkan warna tertentu. Selanjutnya warna ini dicocokkan dengan tabel warna yang menunjukkan harga pH tertentu sehingga sebagai perkiraan harga pH dapat diketahui (Nana, Sutresna, 2007 : 187).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: