LARUTAN Laruta…

Published Juni 6, 2012 by rianasantrianah

LARUTAN

 

Larutan adalah campuran yang homogen dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit disebut zat terlarut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak disebut pelarut. Suatu larutan dinyatakan merupakan larutan tidak jenuh jika solut dapat ditambahkan untuk memperoleh berbagai larutan yang berbeda dalam konsentrasinya. Suatu keadaan akan dicapai dimana penambahan solut pada sejumlah solven yang tertentu tidak akan menghasilkan larutan lain yang mempunyai konsentrasi lebih tinggi. Pada keadaan ini, solut tetap tidak terlarut hingga demikian ada batas jumlah tertentu dari solut yang dapat terlarut dalam jumlah solven yang tertentu. Larutan yang dalam keadaan terbatas ini disebut larutan jenuh dan konsentrasi dari larutan jenuh disebut kelarutan dari sejumlah solut dalam jumlah solven tertentu yang digunakan. Jika larutan adalah jenuh, maka jumlah kelebihan solut akan tetap tak berubah. Jumlah partikel solut yang masuk dalam larutan per satuan waktu sama dengan jumlah partikel solut yang meninggalkan (membentuk endapan) larutan per satuan waktu. Suatu larutan jenuh didefinisikan sebagai larutan yang dalam keadaan keseimbangan dengan solut yang berlebihan (Sastrohamidjojo, 2005:238).

Proses terbentuknya suatu larutan hampir selalu terjadi bersamaan dengan absorpsi atau pelepasan dari energi. Misalnya, ketika kalium iodida dilarutkan dalam air, campuran menjadi dingin, menunjukkan bahwa proses melarutnya kalium iodida adalah endoterm. Endoterm yaitu menyerap panas dari lingkungan ke sistem, temperatur dari campuran reaksi akan turun dan energi potensial dari zat-zat kimia yang bersangkutan akan naik. Kebalikannya bila litium klorida dimasukkan ke dalam air, campurannya menjadi panas, menandakan bahwa proses pelarutan di sini mengeluarkan panas, karena itu tergolong proses eksoterm. Eksoterm yaitu proses melepaskan panas dari sistem ke lingkungan, temperatur dari campuran reaksi akan naik dan energi potensial dari zat-zat kimia yang bersangkutan akan turun. Jumlah panas yang diabsorpsi atau dilepaskan bila suatu zat membentuk larutan disebut panas larutan dengan simbol DH pelarutan. Panas pelarutan adalah perbedaan antara energi yang dipunyai larutan setelah terbentuk dan energi yang dipunyai oleh komponen larutan sebelum dicampur. Besarnya panas pelarutan dapat memberikan keterangan bahwa mengenai gaya tarik relatif antara bermacam-macam partikel yang membentuk larutan (Chang, 2005 : 90).

Perubahan gaya antar molekul yang dialami oleh molekul dalam bergerak dari zat terlarut murni atau pelarut ke keadaan tercampur mempengaruhi baik kemudahan pembentukan maupun kestabilan larutan. Larutan dapat berada dalam kesetimbangan fasa dengan gas, padatan, atau cairan. Beberapa cara dapat digunakan untuk menyatakan komposisi larutan. Persentase massa didefinisikan sebagai persentase berdasar massa suatu zat dalam larutan. Fraksi mol suatu zat dalam campuran adalah jumlah mol zat itu dibagi jumlah keseluruhan mol yang ada. Fraksi mol semua spesies yang ada harus berjumlah 1. Konsentrasi zat ialah jumlah mol per satuan volume. Sehingga molaritas merupakan cara yang paling lazim untuk menyatakan komposisi larutan encer. Konsentrasi larutan dapat dibedakan secara kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif, larutan dapat dibedakan menjadi larutan pekat dan larutan encer. Dalam larutan encer, massa larutan sama dengan massa pelarutnya karena massa jenis larutan sama dengan massa jenis pelarutnya. Secara kuantitatif, larutan dibedakan berdasarkan satuan konsentrasinya (Anonim, 2009).

Jika sebuah zat padat ionik seperti C5Cl larut dalam air, maka akan terpecah menjadi ion yang bergerak berjauhan satu dengan yang lain dan menjadi terselubungi oleh molekul air. Ion yang terhidratasi ditunjukkan dalam persamaan kimia untuk kesetimbangan kelarutan. Dengan demikian, C5Cl(s)          Cs+(aq) + Cl(aq) menunjukkan bahwa partikel terlarut adalah ion. Untuk garam yang sangat larut seperti C5Cl, konsentrasi ion dalam larutan air yang jenuh sangat tinggi sehingga larutan menjadi sangat tidak ideal. Ada banyak penggabungan antara ion-ion dalam larutan, yang menghasilkan pasangan sementara ion dengan muatan yang berlawanan dan juga dalam kelompok yang lebih besar. Molekul air yang bermuatan positif bergerak menuju ion Cl yang bermuatan negatif, dan titik atom oksigen yang bermuatan negatif bergerak menuju ion C5+ yang bermuatan positif (Oxtoby, 2001 : 346).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: