ASIMETRI DAN AL…

Published Juni 6, 2012 by rianasantrianah

ASIMETRI DAN ALKALIMETRI

 

Titrasi adalah pengukuran volume suatu pereaksi yang dibutuhkan untuk bereaksi secara sempurna dengan pereaksi lain yang volumenya sudah ditentukan. Jika menitrasi suatu asam atau basa (kuat atau lemah) yang tidak diketahui tetapi volumenya diketahui dengan basa atau asam kuat yang jumlahnya diketahui, dapat memakai persamaan berikut untuk menghitung konsentrasi zat yang tidak diketahui :

N1 . V1 = N2 . N2

Atau,

            V1 . M1 . a = V2 . M2 . b

N1        = Normalitas asam atau basa yang diketahui

V1        = Volume asam atau basa yang diketahui

N2        = Normalisasi asam atau basa yang tidak diketahui

V2        = Volume asam atau basa yang tidak diketahui

Normalitas berhubungan dengan banyaknya ekuivalen asam (H+) atau basa (OH) per liter satuan. Prosedur analitis yang melibatkan titrasi dengan larutan-larutan yang konsentrasinya diketahui disebut analisis volurimetri. Dalam analisis larutan asam dan basa, titrasi melibatkan pengukuran yang seksama, volume-volume suatu asam dan suatu basa yang tepat saling menetralkan (Bresnick, 2002 : 69).

Reaksi netralisasi dapat dipakai untuk menentukan konsentrasi larutan asam atau basa. Caranya dengan menambahkan setetes demi setetes larutan basa kepada larutan asam. Setiap basa yang diteteskan bereaksi dengan asam, dan penetesan dihentikan pada saat jumlah mol H+ setara dengan mol OH-. Pada saat itu larutan bersifat netral dan disebut titik ekuivalen. Titik ini sering ditandai dengan perubahan warna senyawa yang disebut indikator. Indikator yaitu suatu zat yang ditambahkan sampai seluruh reaksi selesai yang dinyatakan dengan perubahan warna. Perubahan warna menandakan telah tercapainya titik akhir titrasi. Titik ekivalen dari reaksi netralisasi adalah titik pada reaksi dimana asam dan basa keduanya setara yaitu dimana keduanya tidak ada yang berlebihan (Hardjono, 2005 : 271).

Misalkan kita ingin menentukan molaritas dari suatu larutan HCl yang tidak diketahui konsentrasinya. Kita bisa menentukan konsentrasi HCl tersebut melalui suatu prosedur yang disebut titrasi, dimana kita menetralisasi suatu asam dengan suatu baca yang telah diketahui konsentrasinya. Pada titrasi, pertama-tama kita menempatkan suatu asam yang volumenya telah ditentukan ke dalam suatu flask. Dan tambahkan beberapa tetes indikator seperti penolftalein ke dalam larutan asam. Dalam larutan asam, penolftalein tidak berwarna. Kemudian, buret kita isi dengan larutan NaOH yang konsentrasinya telah diketahui dan dengan hati-hati NaOH ditambahkan ke asam pada flask. Kita bisa mengetahui bahwa netralisasi telah berlangsung ketika penolftalein dalam larutan berubah warna menjadi merah muda. Ini disebut titik akhir netralisasi. Dari volume yang ditambahkan dan molar NaOH, kita dapat menentukan konsentrasi asam (Jsenye, 2012).

Pada titrasi asam asetat dengan NaOH sebagai larutan standar akan dihasilkan garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat. Natrium asetat garam ini akan dihidrolisa dalam larutan sebagai berikut :

CH3COONa  + H2O                           CH3COOH + NaOH

Dapat dilihat bahwa hidrolisa adalah suatu reaksi setimbang. Lain halnya pada titrasi asam kuat dengan basa kuat atau sebaliknya, keduanya merupakan elektrolit kuat. Di sini akan dihasilkan garam yang tak terhidrolisa, yaitu garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat. Pada titrasi asam asetat dengan NaOH, sebagian asam dan basanya tinggal dalam larutan. Pada titik ekivalen banyak asam asetat dan NaOH bebas adalah sama, tetapi asam asetat termasuk elektrolit lemah yang terionisasi sedikit sehingga lebih banyak tinggal sebagai molekul CH3COOH atau sangat sedikit ion H+ yang dibebaskan. Basa bebasnya NaOH, merupakan elektrolit kuat, hampir terionisasi sempurna sehingga akan didapatkan sejumlah besar ion sempurna, sehingga akan didapatkan sejumlah besar ion hidroksil OH, dalam larutan (Timberlake, 2004 : 356-357).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: