LAJU REAKSI La…

Published Juni 6, 2012 by rianasantrianah

LAJU REAKSI

 

Laju reaksi adalah laju rata-rata suatu produk yang dihasilkan atau suatu pereaksi yang digunakan. Laju reaksi juga merupakan banyaknya mol/liter suatu zat yang dapat berubah menjadi zat lain dalam setiap satuan waktu. Laju reaksi kimia ke kanan bergantung pada konsentrasi reaktan. Hubungan antara laju reaksi dan konsentrat disebut rumus laju atau hukum laju, dan tetapan kesetimbangan k dinamakan tetapan laju untuk reaksi tersebut. Pangkat yang diberikan pada konsentrasi disebut orde reaksi untuk reaktan yang bersangkutan. Menurut Gulberg dan Waage, laju reaksi dalam sistem homogen, pada waktu tertentu berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksi. Pernyataan ini disebut hukum aksi massa. Secara teoritis rumus laju reaksi adalah :

mA + nB                                 pC + qD, maka V = k [A]m . [B]n.

Jenis-jenis orde reaksi (Bresnick, 2002 : 89)

  1. Reaksi orde nol

Reaksi dikatakan berorde nol terhadap salah satu pereaksinya apabila perubahan konsentrasi pereaksi tersebut tidak mempengaruhi laju reaksi. Rumus lajunya yaitu V = k [A]o

  1. Reaksi orde Satu

Reaksi dikatakan berorde satu terhadap salah satu pereaksinya jika laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksinya itu. Rumus lajunya V = k [A].

  1. Reaksi orde dua

Reaksi dikatakan berorde dua terhadap salah satu pereaksinya bila laju reaksi merupakan pangkat dua dari konsentrasi pereaksi itu. Rumus lajunya V = k [A]2.

  1. Reaksi orde negatif

Reaksi dikatakan berorde negatif jika laju reaksi berbanding terbalik dengan konsentrasi pereaksi tersebut. Jika konsentrasi pereaksi diperbesar, maka laju reaksi akan semakin kecil. Rumus lajunya V = k

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi (Chang, 2005 : 29) :

  1. Konsentrasi pereaksi

Semakin besar konsentrasi semakin cepat laju reaksinya. Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah partikel yang lebih banyak, sehingga partikel-partikelnya tersusun merapat dibanding zat yang konsentrasinya rendah. Partikel yang susunannya lebih rapat sering bertumbukan dibanding dengan partikel yang susunannya renggang, sehingga kemungkinan terjadinya reaksi makin besar. Jadi, laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi.

  1. Suhu

Semakin tinggi suhu, makin cepat laju reaksi. Hal ini terjadi karena peningkatan suhu akan meningkatkan energi kinetik molekul-molekul zat yang bereaksi sehingga lebih banyak molekul yang bereaksi memiliki energi sama/lebih besar energi aktivasi.

  1. Luas permukaan bidang sentuh

Semakin luas permukaan sentuh antar pereaksi, semakin cepat reaksi akan berlangsung. Untuk zat padat, makin luas permukaan zat laju reaksinya semakin besar. Sedangkan bentuk serbuk memiliki luas permukaan lebih besar daripada bentuk kepingan karena bidang kontak sentuhan antar serbuk lebih besar.

  1. Tekanan dan volume gas

Makin besar tekanan gas, makin besar laju reaksi. Pada tekanan tinggi, susunan molekul lebih dimampatkan sehingga kemungkinan bertumbuhan lebih besar.

  1. Katalis

Katalis adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi untuk memperbesar laju reaksi, tetapi tidak mengalami perubahan kimia secara permanen sehingga pada akhir reaksi zat tersebut dapat diperoleh kembali.

 

Jenis-jenis katalis (Oxtoby, 2001 : 439)

  1. Katalis homogen adalah katalis yang dapat bercampur secara homogen dengan zat pereaksinya karena mempunyai wujud yang sama.

Contoh :                                 NO(g)

25O2(g) + O2(g)                                  25O3(g)

      H+(aq)

C12H22O11(aq) + H2O(l)                       C6H12O6(glukosa)(aq) + C6H12O6 (fruktosa)(aq)

  1. Katalis heterogen adalah katalis yang tidak dapat bercampur secara homogen dan pereaksinya karena wujudnya berbeda.

 

Contoh :                            V2O5(g)

25O2(g) + O2(g)                                  25O3(g)

         Ni (s)

C2H4 (g) + H2(g)                     C2H6 (g)

  1. Biokatalis seperti enzim dikenal sebagai biokatalis karena bertindak sebagai katalis pada proses metabolisme. Contohnya enzim hidrolase mempercepat pemecahan bahan makanan melalui reaksi  hidrolisis.
  2. Otokatalis yaitu suatu zat hasil reaksi yang bertindak sebagai katalis

Contoh :

           CH3COOH(aq)

CH3COOCH (aq) + H2O(l)                            CH3COOH(aq) + CH3OH (aq)

  1. Inhibitor yaitu katalis yang memperlambat laju reaksi

Contoh :                           

SnCl2

2H2SO3  + O2                                      2H2SO4

 

Reaksi terjadi karena adanya tumbukan antara partikel-partikel zat yang bereaksi. Oleh karena itu, sebelum dua atau lebih partikel bertumbukan maka reaksi tidak akan terjadi. Akan tetapi tidak semua tumbukan itu akan menghasilkan reaksi, karena tumbukan yang terjadi harus mempunyai energi yang cukup untuk memutuskan ikatan-ikatan pada zat yang bereaksi. Contoh H2(g) + I(g)           2HI(g). tumbuhan yang menghasilkan reaksi disebut tumbukan efektif. Sebelum tumbukan terjadi, partikel-partikel memerlukan suatu energi minimum yang dikenal sebagai energi pengaktifan atau energi aktivasi. Besarnya energi aktivasi bergantung pada jenis reaksi. Energi aktivasi reaksi sebaliknya yaitu dari A + BC            AB + C adalah setinggi hasil reaksi ke kompleks teraktivasi.

Contoh : NO2 + CO2               NO + CO2 mempunyai kompleks teraktivasi (O = N – O – C = O). Oleh sebab itu, laju reaksi akan bertambah bila suhu dinaikkan karena energi dan frekuensi tumbukan molekul pereaksi makin besar. Pengaruh perubahan suhu terhadap laju reaksi dapat dihitung dengan hukum Arrhenius (Anonim, 2008).

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: